WEB UNTUK PARA PRAKTISI HUBUNGAN INTERNASIONAL di INDONESIA

JUST DO YOUR BEST and LET GOD DO THE REST

PERAN PEMERINTAH dalam PASAR

diposting oleh pradipta-aditya-fisip12 pada 11 March 2014
di PRINSIP ILMU EKONOMI GANJIL 2013/2014 - 0 komentar

PERAN PEMERINTAH dalam PASAR

 

Pasar adalah sebuah tempat dimana pembeli dan penjual bertemu untuk mencapai pertukaran barang. Pembeli akan selalu berusaha mendapatkan barang atau jasa dengan harga termurah yang menungkinkan, sementara penjual akan berusaha menjual barang dengan harga termahal yang masih dianggap masuk akal. Sebenarnya peran pemerintah tidak terlalu signifikan dalam kegiatan pasar, karena pembeli dan penjual akan selalu melaksanakan kehidupan ekonomi mereka di dalam pasar, tetapi ada kalanya pemerintah harus mengintervensi kegiatan ekonomi di dalam pasar itu sendiri.

 

Peran pemerintah pertama berkaitan dengan penetapan harga tertinggi (ceiling price) dan harga terendah (floor price) di dalam pasar. Harga tertinggi merupakan sebuah cara pemerintah untuk membatasi harga maksimal sebuah barang di dalam pasar untuk dijual, sedangkan harga terrendah adalah sebuah upaya memberikan batasan harga paling murah suatu barang (Mankiw 2007). Penetapan harga tertinggi dan terendah ini akan memiliki dampak dan pengaruh di dalam pasar, karena jika terjadi ketidakseimbangan maka akan berpengaruh pada kehidupan pasar itu sendiri. Sebagai contoh, jika harga tertinggi suatu barang berada di bawah titik ekuilibrium, maka akan terjadi shortage (Mankiw 2007). Penawaran dari pembeli akan semakin meningkat, sementara di pihak lain produsen akan mengurangi jumlah produksi, karena jika diteruskan hanya akan membwa kerugian bagi produsen itu sendiri. Lain halnya jika harga terendah berada di atas titik keseimbangan, maka (hal yang akan) terjadi adalah surplus (Mankiw 2007). Produsen akan memproduksi banyak barang, karena mengharapkan keuntungan berlebih, tetapi di sisi lain pembeli akan mengurangi pembelian karena pertimbangan dasar rasionalitas.

 

Jika berkaca pada kehidupan di pasar saja, maka sebenarnya pola interaksi di dalam pasar tidak hanya terjadi pada produsen dengan  konsumen saja, tetapi terdapat pola interaksi lain. Pola interaksi ini disebut dengan eksternalitas, dan dirumuskan dalam bahasan “keterkaitan suatu kegiatan ekonomi dengan kegiatan lain di dalam pasar, yang berada di luar mekanisme pasar” (Baumol 1972). Dalam bahasa yang lebih simple, eksternalitas dapat dipahami dengan dampak bagi sebuah pihak dari keputusan yang diambil oleh  pihak lain. Eksternalitas terdiri dari empat macam pola dampak interaksi (Baumol 1972) : dampak produsen terhadap produsen lain, dampak produsen terhadap konsumen, dampak konsumen dengan konsumen lain, dan dampak konsumen dengan produsen.

 

Pemerintah memiliki wewenang dalam menghadapi permasalahan eksternalitas ini. Pemberlakuan regulasi oleh pemerintah disinyalir dapat dijadikan patokan utama pola intervensi yang dapat dilakukan oleh Pemerintah (Baumol 1972). Seperangkat aturan yang mengikat, dengan penjelasan reward dan punishment yang jelas, tentu akan membantu Pemerintah untuk melaksanakan pola intervensi yang logis dan rasional. Pajak juga dapat menjadi instrumen utama intervensi Pemerintah (Mankiw 2007). Pembangunan infrastruktur yang memadai tentu akan membantu Pemerintah dalam memajukan kehidupan ekonomi di dalam pasar.

 

Intervensi pemerintah dapat dilakukan jika keadaan menuntut pemerintah untuk melaksanakan hal tersebut. Ada kalanya pasar tidak dapat menyelesaikan masalah yang tengah melanda, dan bantuan dari pemerintah akan sangat membantu pasar untuk bertumbuh dan berkembang. Permasalahan di pasar juga terkadang diciptakan dari inefektifitas pemerintah dalam upaya distribusi barang dan jasa, seperti infrastruktur yang tidak memadai. Pemberlakuan pajak dan seperangkat regulasi dapat dijadikan patokan utama bagi pemerintah untuk membantu kehidupan ekonomi dalam pasar.

 

Referensi :

Baumol, W. J. (1972). "On Taxation and the Control of Externalities". American Economic Review 62 (3): 307–322.

N.Gregory Mankiw, 2007, “Chapter 6: Supply, Demand, and Government Policies” dalam Principles of Macroeconomics, Ohio: Thomson South-Western.

Tinggalkan Komentar

Nama :
E-mail :
Web : tanpa http://
Komentar :
Verification Code :