WEB UNTUK PARA PRAKTISI HUBUNGAN INTERNASIONAL di INDONESIA

JUST DO YOUR BEST and LET GOD DO THE REST

SUPPLY and DEMAND

diposting oleh pradipta-aditya-fisip12 pada 11 March 2014
di PRINSIP ILMU EKONOMI GANJIL 2013/2014 - 0 komentar

PEMAHAMAN SINGKAT MENGENAI HUKUM SUPPLY and DEMAND

 

 Dunia ekonomi adalah dunia yang sangat menakjubkan. Dunia ekonomi dipenuhi dengan berbagai macam hukum dan aturan, sehingga menciptakan kesinambungan proses yang harmonis. Dunia ekonomi tercipta dari akumulasi kegiatan yang berlangsung di pasar, dimana pasar tersebut bertransformasi menjadi media utama bagi pembeli dan penjual untuk melaksanakan proses jual beli. Pembeli, atau consumer, diasumsikan sebagai pembawa uang ke dalam pasar (Guell 2008, 20). Pembeli akan membawa sejumlah uang, dengan harapan dapat menukarkan uang yang dimiliki dengan barang atau jasa yang dimiliki produser. Proses pertukaran ini akan membawa sejumlah keuntungan bagi produser, dalam bentuk uang, yang menjadi objek vital bagi proses manufaktur barang dan penyediaan jasa bagi konsumen. Tetapi perlu dipahami jika konotasi pasar (dalam bahasa ekonomi, market) dengan marketing dalam bahasa bisnis memiliki artian yang berbeda. Robert C. Guell menggambarkan perbedaan ini dengan ilustrasi pasar mobil bekas. Market adalah tempat dimana pembeli yang ingin melihat-lihat mobil bekas, datang dan menemui penjual, sebagai pihak utama yang memiliki kepentingan menukarkan barang yang dimiliki dengan uang yang dimiliki pembeli, sementar marketing adalah upaya penjual atau “sales untuk merayu pembeli agar menukarkan uang yang mereka punya dengan barang yang mereka tawarkan” (Guell 2008, 20).

 

Di dalam pasar itu sendiri, terdapat dua instrument utama yang tidak dapat dipisahkan. Instrumen tersebut adalah penawaran (supply) dan permintaan (demand). Kedua instrument tersebut membentuk pasar seperti yang dipahami oleh orang kebanyakan, “they (supply and demand) are the primary forces that make market economies work” (Gregory 2007, 61). Permintaan dan penawaran adalah kekuatan utama, penggerak roda perekonomian di dalam pasar yang dinamis. Permintaan dan penawaran juga akan menentukan “produk mana yang seharusnya dibuat, berapa harga dan kuantitas produk tersebut dijual dan dibuat” (Gregory 2007, 62). Dengan memahami proses permintaan dan penawaran, maka pemahaman akan pasar akan menjadi semakin meningkat, dikarenakan dua instrument inilah yang menggerakkan seluruh mekanisme pasar di dunia.

 

Hukum permintaan dan penawaran yang paling terkenal adalah jika harga sebuah barang naik, maka permintaan barang tersebut akan turun. Hal sebaliknya akan ditemui jika harga sebuah barang turun, maka permintaan untuk barang tersebut akan naik. Hukum ini akan ditemui di seluruh belahan dunia, karena hukum ini adalah representasi dasari dari sifat utama manusia, menginginkan harga murah dengan kuantitas yang banyak. Hukum ini akan mempengaruhi bagaimana pola kehidupan pasar, dimana produsen dan consumer akan selalu menyesuaikan diri dengan keadaan di dalam pasar itu sendiri.

 

Hukum permintaan dan penawaran yang lain adalah hukum keseimbangan. Hukum ini dikenal dengan nama hukum equilibrium. Hukum ini berbunyi “barang yang ingin dibeli oleh pembeli menemui titik temu (keseimbangan) dengan jumlah barang dengan ingin dijual oleh penjual” (Gregory 2007). Keadaan inilah yang disebut dengan keadaan ideal, dimana kepentingan dari pembeli dapat ter-cover, dengan kepentingan dari pihak penjual juga dapgt dipenuhi dengan baik. Tetapi jika keadaan tersebut tidak tercapai, setidaknya belum, maka pasar akan melakukan beberapa tindakan. Contoh kasus jika jumlah permintaan kurang dari penawaran oleh produsen (atau lebih dikenal dengan keadaan surplus), maka produsen akan melakukan tindakan pencegahan dengan “mengurangi harga barang yang diproduksi” (Gregory 2007). Tindakan ini (mengurangi harga barang) dilakukan semata-mata agar produsen dapat terus menjual barang, dan tidak mendapatkan rugi yang berlebihan. Sebaliknya jika jumlah permintaan lebih dari penawaran yang ada (atau lebih dikenal dengan keadaan shortage – langka) maka penjual akan menaikkan harga barang yang mereka produksi. Kedua keadaan ini dalam proses pasar di lapangan akan selalu ditemui, dan respon yang dilakukan akan tetapi dilaksanakan, sampai mencapai suatu titik dimana setiap pihak mendapatkan keuntungan yang sama.

 

Proses kehidupan pasar berjalan dengan kaidah-kaidah dan aturan yang terkait. Kehidupan pasar dalam dunia ekonomi adalah representasi perkumpulan hukum-hukum ekonomi akumulatif, yang menyebabkan kesinambungan proses.

Referensi :

Guell, C, Robert. 2008. “Chapter 2: Supply and Demand” dalam Issues in Economics Today. New York: McGraw Hill.

Mankiw, N, Gregory. 2007. “Chapter 4: The Market Forces of Supply and Demand”, dalam Principles of Macroeconomics. Ohio: Thomson South-Western.

Tinggalkan Komentar

Nama :
E-mail :
Web : tanpa http://
Komentar :
Verification Code :