WEB UNTUK PARA PRAKTISI HUBUNGAN INTERNASIONAL di INDONESIA

JUST DO YOUR BEST and LET GOD DO THE REST

STRATEGI dan TAKTIK dalam DIPLOMASI

diposting oleh pradipta-aditya-fisip12 pada 28 February 2014
di NEGOSIASI DIPLOMASI GANJIL 2013/2014 - 0 komentar

STRATEGI dan TAKTIK dalam DIPLOMASI : SELAYANG PANDANG

PRADIPTA ADITYA SIAGIAN / 071211233021

 

Setiap keputusan yang harus diambil dalam negosiasi membutuhkan pemantapan rencana yang berkesinambungan dan berkelanjutan. Kebutuhan untuk perencanaan rencana pengambilan keputusan memiliki posisi yang sangat vital, dikarenakan peranan keputusan dalam negosiasi akan mempengaruhi hasil akhir dalam negosiasi tersebut kelak. Nyatanya,  keberadaan strategi dan taktik     menjadi tolak ukur utama dalam proses negosiasi. Namun seringkali keberadaan strategi dan taktik menjadi membingungkan banyak pihak, karena kesamaan fungsi dari kedua entitas ini. Maka mari berkenalan dengan strategi dan taktik, terutama dalam kaitannya dengan negosiasi dalam diplomasi.

 

Jika ingin memahami perbedaan dari kedua entitas tersebut, Michael Porter dapat menjadi rujukan utama yang baik. Porter membawa perbedaan diantara keduanya dengan pertanyaan mendasar “Strategy is the answer for question such as what are we trying to accomplish?” (Porter 1998). Strategi adalah sebuah rencana global untuk melaksanakan upaya untuk mencapai keputusan, melalui serangkaian metode dan maneuver untuk mencapai sebuah goal. Strategi memainkan peranan yang jauh lebih umum, dan menjadi pegangan utama dalam hal perumusan taktik. Keberadaan taktik dapat dipandang sebagai proses penyusutan strategi ke dalam lingkup concern yang lebih kecil dan spesifik. “Tactics is often described as the answer for how are we going to accomplish our goal?” (Porter 1998). Michael Porter menggambarkan taktik sebagai langkah selanjutnya dalam menentukan arah kebijakan dan proses pengambilan langkah selanjutnya. Beliau menggambarkan contoh strategi kompetitif dalam bisnis, yang sebenarnya merupakan contoh realitas bagaimana bisnis telah berubah menjadi ajang pencarian dan penjaringan konsumen, demi pencapaian keuntungan yang berlangsung secara timbale balik. Strategi kompetitif diperlukan sebagai garis besar bagi semua perusahaan (menurut konstruksi Porter) untuk menghadirkan situasi yang melingkupi konsumen untuk membuat konsumen tersebut merasa bahwa ia secara sadar memilih satu produk dari satu perusahaan, namun nyatanya proses pemilihan ini telah melalui proses konstruksi pemikiran oleh perusahaan. Taktik lowest cost, differentiation dan focus adalah contoh planning jangka pendek perusahaan, untuk membawa perusahaan mengarahkan konsumen melalui strategi kompetitif di dalam pasar.

 

Lantas, bagaimana pola penerapan strategi dan taktik dalam diplomasi? Perlu dipahami bahwasanya di dalam diplomasi (terlebih lagi dalam proses negosias) diperlukan adanya pola taktik yang harus dapat dipahami oleh sang negosiator. Pemahaman akan goal atau target negosiasi dapat menjadi titik acuan awal yang baik bagi para negosiator untuk mulai membuka proses negosiasi. Seperti yang diketahui bersama, tidak semua negosiator memiliki target yang sama, hal ini disinyalir diakibatkan dari perbedaan kepentingan yang dibawa oleh setiap negosiator. Pengalihan informasi dapat menjadi loncatan berikutnya, karena taktik ini membawa dimensi dalam negosiasi. Dengan proses pengaburan informasi, negosiator akan membawa fakta yang berkaitan, namun tidak dijelaskan secara utuh. Taktik ini dapat dipakai sebagai umpan balik kepada negosiator lain, karena seringkali informasi yang bersifat krusial dan sangat sensisif akan selalu sangat susah keluar, karena akan dipakai sebagai faktor pembeda sekaligus opsi penekan bagi sang negosiator di dalam negosiasi. Perlu dipahami jika perebutan posisi di dalam negosiasi adalah hal yang sangat umum dan klasik, karena siapa pun yang memiliki kekuatan yang lebih besar, tentu akan dapat mendominasi dan (bahkan dalan kasus-kasus tertentu) mendikte jalannya proses negosiasi.

 

Pemilihan taktik jangka pendek yang baik akan membawa dampak pada sinergi strategi dalam proses negosiasi. Strategi akumulasi bargaining power dapat dijadikan sebagai patokan utama, karena dengan kekuatan bargaining yang lebih besar tentu akan membawa keuntungan tersendiri bagi negosiator. Keberadaan pengumpulan kekuatan ini berkaca pada keadaan nature negosiasi, yaitu selalu ada pihak yang menang dan kalah dalam negosiasi. Keadaan win-win solution tidak selamanya mustahil, namun hal tersebut sangat sulit jika terus menerus dikejar, karena banyaknya kepentingan yang muncul dalam proses negosiasi.

 

Keberadaan strategi dan taktik dalam negosiasi membawa perbedaan dalam upaya perumusan keputusan. Pengambilan keputusan yang bijaksana harus selalu mengacu pada bagaimana nilai-nilai dalam strategi dan taktik yang dipakai dapat direalisasikan, terlepas dari hasil kahir dari keputusan tersebut dan pengaruhnya dalam negosiasi terkait. Proses perencanaan taktik tidak bisa lepas dari strategi, dan begitu juga sebaliknya.

 

Referensi

Porter, Michael. 1998. Competitive Strategy: Techniques for Analyzing Industries and Competitors. Stoke-on-Trent. Free Press

Tinggalkan Komentar

Nama :
E-mail :
Web : tanpa http://
Komentar :
Verification Code :