WEB UNTUK PARA PRAKTISI HUBUNGAN INTERNASIONAL di INDONESIA

JUST DO YOUR BEST and LET GOD DO THE REST

MULTITRACK DIPLOMACY

diposting oleh pradipta-aditya-fisip12 pada 28 February 2014
di NEGOSIASI DIPLOMASI GANJIL 2013/2014 - 0 komentar

PEMAHAMAN SINGKAT MENGENAI DIPLOMASI MULTITRACK

PRADIPTA ADITYA SIAGIAN / 071211233021

 

Dewasa ini peranan diplomasi dalam pola hubungan internasional semakin intens. Berbagai macam pola dan cara diplomasi pun dilaksanakan demi mencapai kepentingan yang dibawa oleh masing-masing aktor dalam upaya diplomasi yang tengah dilaksanakan. Tetapi pada perkembangannya dibutuhkan sebuah trajektori-trajektori pembantu untuk melaksanakan diplomasi. Jalur-jalur diplomasi ‘artificial’ pun mulai dibangun, dan pada akhirnya berkembang menjadi multitrack diplomacy atau yang lebih dikenal sebagai diplomasi multijalur.

 

Sebelumnya, pasti akan selalu muncul pertanyaan mengenai keberadaan diplomasi multijalur, mengapa diplomasi multijalur dibentuk? Pertanyaan ini dapat dijawab dengan melihat keadaan dunia pada saat ini. Dunia pada saat ini memang tidak dalam keadaan berbahaya layaknya pada jaman Perang Dunia, dan keadaan jauh lebih baik dan tenang pada masa ini. Kehidupan ekonomi telah tertata dengan baik, dan tatanan dunia internasional telah mencapai level menggembirakan. Lantas, apa guna dari diplomasi multijalur? Ternyata tujuan dari diplomasi multijalur lebih mengarah pada menjaga kedamaian dunia (Diamond & Macdonald, 1996: 11). Upaya-upaya diplomasi dari diplomasi multijalur haruslah selalu memiliki dampak positif bagi peacekeeping, peacemaking dan peacebuilding internasional.

 

Diplomasi multijalur sendiri dibagi menjadi 9 bagian. Jalur utama dapat dikatakan menjadi aktor utama diplomasi di dunia, yakni Pemerintahan. Keberadaan negara di dunia tentu tidak akan lepas dari peranan Pemerintah di dalamnya, dan hal ini juga terbukti dalam upaya diplomasi di dunia. Pemerintahan selalu memiliki kewenangan (dengan negara) untuk mengadakan negosiasi, pembukaan jalur resolusi konflik dan banyak hal lain. Pemerintah akan selalu memiliki posisi yang lebih tinggi dari diplomas jalur lain, karena aktor ini yang setidaknya memiliki resource langsung terhadap sumber daya yang dimiliki negara bersangkutan. Kelebihan yang ditawarkan oleh diplomasi jalur Pemerintahan adalah bentuk formalitas yang diakui oleh semua pihak di dunia, tetapi kelemahan terletak pada luasnya main concern Pemerintahan, sehingga banyak detil-detil yang sering dilewati oleh Pemerintah.

 

Jalur kedua adalah organisasi internasional non negara. Jalur kedua ini bermain dalam lingkup yang jauh lebih spesifik dan cenderung lebih kecil, namun memiliki pemahaman akan sumber masalah lebih baik. Jalur kedua muncul sebagai jawaban akan keterbatasan jalur diplomasi pertama, yakni jalur diplomasi Pemerintahan, yang memiliki cakupan isu yang luas, sehingga tidak mampu berfokus pada satu masalah dengan lingkup yang lebih kecil tetapi tetap memainkan peranan signifikan. Kelebihan yang ditawarkan adalah penguasaan materi yang baik sehingga menyeluruh dan komprehensif, tetapi tidak mampu berbuat banyak ketika berhadapan dengan bentuk nyata, karena berbagai halangan yang merintangi.

 

Jalur ketiga adalah bisnis. Jalur ini menitikberatkan pada pembukaan jalur perdagangan dalam dunia internasional. Jalur diplomasi bisnis akan membuka begitu banyak kemungkinan-kemungkinan baru dalam dunia internasional. Posisi negara yang memiliki sumber daya dapat terbantu akibat diberlakukannya jalur diplomasi bisnis, tetapi di sisi lain juga akan menghadirkan bentuk eksploitasi sumber daya yang mungkin akan mengusik moral aktor-aktor dalam hubungan internasional.

 

Jalur keempat adalah jalur masyarakat sipil. Jalur diplomasi ini cenderung mendorong keaktifan dan rasa partisipasi public terhadap upaya-upaya diplomasi. Pertukaran pelajar dan parade budaya adalah beberapa contoh implementasi jalur diplomasi masyarakat sipil. Kelebihan yang ditawarkan adalah diplomasi akan berlangsung secara terbuka dan tidak ada rasa curiga antar aktor, tetapi diplomasi yang dilakukan harus dilaksanakan secara terus menerus dan dampak yang diinginkan relative lama.

 

Jalur kelima adalah penelitian, pelatihan dan pendidikan. Jalur diplomasi ini menitik-beratkan kepada bagaimana memberikan konstruksi bahwa kedamaian itu diperlukan oleh semua pihak. Diperlukan penelitian berkelanjutan untuk menggambarkan keadaan yang tengah terjadi pada keadaan dunia, sehingga dapat ditemui penjelasan-penjelasan yang masuk akal atas keadaan dunia. Masyarakat lalu diajarkan nilai-nilai dalam upaya penciptaan kedamaian di dunia, salah satunya dengan pengajaran nilai-nilai berdiplomasi yang baik dan benar.

 

Jalur keenam adalah aktivisme. Jalur ini banyak dilakukan dengan dasar adanya ketidakseimbangan yang terjadi dalam tatanan dunia politik, dan menyebabkan beberapa kaum keberadaanya sangat tertindas dan tidak memiliki posisi strategis. Diplomasi aktivis mendorong persamaan hak dalam berbagai forum di dunia, karena kebebasan adalah hak segala bangsa.

 

Jalur ketujuh, yang notabene adalah jalur agama, memiliki kaitan erat dengan jalur keenam. Tentu saja tidak ada agama apa pun di dunia yang ingin mengajarkan nilai-nilai kekerasan di dunia, dan agama selalu berusaha mengajarkan hal-hal yang dinilai baik. Kedekatan batin antar pemeluk suatu agama adalah faktor utama mengapa agama dijadikan jalur diplomasi, tetapi kerukunan antar umat beragama dapat menjadi batu sandungan apabila diplomasi jalur agama tidak dapat berjalna dengan baik.

 

Jalur kedelapan adalah pendanaan. Sumber dana apapun yang diberikan oleh pihak-pihak tertentu ternyata dapat dijadikan sebagai alat diplomasi. Sumber pendanaan dapat bertransformasi menjadi bentuk investasi yang dilakukan oleh investor (yang berkedok sebagai pemberi dana) bagi pihak yang membutuhkan. Pemberian dana ini tentu akan memancing pihak-pihak lain untuk mengikutsertakan diri mereka dalam diplomasi.

 

Jalur terakhir adalah komunikasi media massa. Jalur ini bertanggung jawab atas pembentukan opini public, yang bila diberikan kepada pihak yang salah, akan membentuk opini public yang bias juga. Diperlukan adanya netralitas dalam upaya pembentukan opini public, karena jika ditunggangi oleh satu pihak tertentu, yang terjadi berikutnya adalah upaya pemaksaan kehendak dan kepentingan. Bila hal ini terus menerus terjadi, maka hal yang ditakutkan, seperti upaya-upaya melawan misi kedamaian, dapat terjadi/.

 

Diplomasi multijalur adalah sebuah upaya yang dilakukan oleh aktor-aktor dalam dunia hubungan internasional untuk melaksanakan diplomasi. Dengan  bertumpu pada pemilihan jalur diplomasi yang tepat, negara-negara di dunia dapat dengan mudah dan nyaman melaksanakan diplomasi. Multitrack diplomacy diciptakan untuk menghadirkan berbagai macam trajektori untuk berdiplomasi.

 

Referensi

Diamond, Louise & John McDonald, 1996. Multi-track diplomacy: a system approach to peace. U.S.: Kumarian Press Books For World that Works.

Tinggalkan Komentar

Nama :
E-mail :
Web : tanpa http://
Komentar :
Verification Code :