WEB UNTUK PARA PRAKTISI HUBUNGAN INTERNASIONAL di INDONESIA

JUST DO YOUR BEST and LET GOD DO THE REST

PERANAN GLOBALISASI

diposting oleh pradipta-aditya-fisip12 pada 26 March 2013
di PENGANTAR GLOBALISASI GENAP 2012/2013 - 0 komentar

GLOBALISASI dan PERANANNYA TERHADAP PERUBAHAN di DUNIA

PRADIPTA ADITYA SIAGIAN / 071211233021

 

            Globalisasi sebagai analisa konstruktif membawa berbagai macam dimensi. Perubahan di bidang ekonomi, militer, proses keamanan dan pengamanan negara adalah beberapa contoh kecilnya saja. Dimensi-dimensi ini membawa fokus yang berbeda-beda, karena memang globalisasi membawa banyak macam peristiwa dalam kehidupan manusia. Sehingga muncul sebuah debat mengenai globalisasi. Debat antara tesis hiperglobalis, skeptis dan transformalis ini terjadi dalam rangka untuk memberikan cara pandang yang dianggap paling tepat untuk melihat globalisasi. Bagaimana dampak, bagaimana konsep, penyebab dan periodisasi dari globalisasi.

            Bagi kaum hiperglobalis globalisasi mendefisinikan sebuah jangka waktu atau jaman baru dalam sejarah umat manusia (Held 1999, 3). Nation-state tradisional menjadi semakin kabur keberadaanya, karena akan tergantikan dengan unit bisnis dalam lingkup ekonomi global. Kaum hiperglobalis mengutamakan logika ekonomi, dimana mereka mengakui kemunculan pasar global yang satu dan prinsip kompetisi global (Held 1999, 3). Pasar global dan kompetisi diyakini adalah refleksi dari kemajuan dan perkembangan umat manusia dalam globalisasi. Ekonomi dalam globalisasi juga membawa proses “denationalization”, dimana pergerakan dan dinamika ekonomi telah melalui batas-batas, dengan berkembangnya jaringan transnasional produk, pertukaran barang dan keuangan (Held 1999, 3). Globalisasi ekonomi juga tengah mengkonstruksi sebuah bentuk organisasi sosial yang baru. Intinya, bagi kaum hiperglobalis, globalisasi adalah fenomena ekonomi yang menggambarkan integrasi global yang semakin berkembang (Held 1999, 4).

            Perbedaan dapat ditemui dalam tesis yang diajukan kaum skeptis. Kaum skeptis sangat mengandalkan interaksi utama pada ekonomi nasional (Held 1999, 4). Konsepsi ekonomi dalam globalisasi memiliki hubungan dengan integrasi pasar global. Kaum skeptis memandang bahwa kaum hiperglobalis sangat naïf dalam konteks politik dan memiliki memiliki kecacatan dan cela (Held 1999,5). Kaum skeptis tidak memandang remeh kekuatan pemerintahan nasional yang memberikan regulasi terhadap aktivitas ekonomi internasional. Kekuatan dari proses internasionalisasi tergantung dari kekuatan mengatur dari pemerintah nasional untuk terus melanjutkan liberalisasi ekonomi (Held 1999, 5). Dunia juga berkembang menjadi blok-blok pertukaran (trading blocs), dan akan memberikan sebuah tatanan dunia yang tidak terlalu negara-sentris (tidak menempatkan negara sebagai aktor utama dan satu-satunya).

            Kaum transformalis memiliki cara pandang yang sedikit berbeda. Bagi mereka, globalisasi adalah kekuatan utama dibalik perubahan di bidang sosial, politik dan ekonomi, dimana perubahan tersebut akan membentuk masyarakat modern dan keteraturan dunia baru (Held 1999, 7). Kaum transformalis melihat bahwa globalisasi adalah proses sejarah yang berlangsung dalam kurun waktu yang panjang. Sehingga, lama kelamaan gloabalisasi akan masuk ke dalam tatanan hidup manusia, secara tidak kentara, dan perlahan akan merubah tatanan hidup mereka. Globalisasi juga diasosiasikan dengan pola baru yang dikenal sebagai stratifikasi global, dimana negara, masyarakat dan komunitas menjadi terpinggirkan dan termarjinalkan (Held 1999, 8). Pola baru ini membawa aktivitas ekonomi dan keuangan ke dalam sebuah level baru, karena infrasturtur yang semakin berkembang dan dimensi ekonomi transnasional semakin berkembang.

            Tiga tesis tersebut memiliki cara pandang yang walaupun kelihatannya sama, namun memiliki perbedaan-perbedaan mendasar. Sehingga dalam melihat globalisasi, mereka memiliki poin-poin tersendiri. Dan untuk memudahkan pemahaman akan globalisasi, terdapat lima pernyataan utama dalam rangka memahami globalisasi. Pernyataan pertama adalah konseptualisasi. Semua tesis ingin memberikan ‘konsep’ globalisasi menurut cara pandang mereka sendiri. Hiperglobalis memberikan konsep bahwa globalisasi adalah kondisi singular atau end-state, dimana keberedaannya sangat terintegrasi dengan pasar global (Held 1999, 11). Transformalis memberikan konsep bahwasanya globalisasi menyusun proses sejarah yang lebih open-ended, yang tidak sesuai dengan perubahan sosal model linear yang ortodok (Held 1999, 11). Intinya, dalam pernyataan konseptualisasi, setiap tesis memberikan perbedaan dalam bentuk dan dinamika globalisasi.

            Pernyataan kedua adalah penyebab. Apakah penyebab utama dari kemunculan globalisasi? Terdapat dua penjelasan yang berbeda dalam upaya menjawab pertanyaan di atas. Penjelasan utama berfokus pada salah satu faktor saja, seperti kapitalisme dan perubahan tekonologi. Sementara pada penjelasan kedua lebih berfokus pada kombinasi berbgaai macam faktor, seperti perubahan tekonologi, kemampuan pasar, ideologi ataupun keputusan politik (Held 1999, 12). Singkat kata, penyebab dari keberadaan globalisasi dapat dilihat melalui keadaan monokausal atau multikausal. Tetapi, secara lebih detail dapat ditemukan sebuah kecenderungan bahwa Westernisasi yang memainkan peranan penting (Held 1999, 12). 

            Pernyataan ketiga adalah periodisasi. Globalisasi kontemporer menyandarkan diri pada (secara implisit dan eksplisit) narasi sejarah (Held 1999, 12).  Beberapa narasi menceritakan bahwa studi sejarah dan masyarakat memiliki dampak signifikan dalam tahapan mencari konklusi mengenai keberadaan globalisasi kontemporer. Tetapi, perdebaan signifikan mulai terlihat pada era setelah perang, masa-masa setelah tahun 1970an. Globalisasi menjadi fenomena utama pada era modern (Held 1999, 13). Maka mulai muncul penjelasan-penjelasan baru terhadap situasi yang berbeda dengan globalisasi pada masa-masa sebelumnya.

            Pernyataan keempat adalah dampak. Globalisasi mengahsilkan kompetisi global, dimana kompetisi ini telah menekan beberapa pihak (Held 1999, 13). Pemerintah menjadi salah satu pihak yang merasakan dampak dari globalisasi karena tertekan oleh keberadaan kompetisi. Meskipun pemerintah dinilai hanya menjadi pihak partisan komitmen saja, semua pemerintahan juga dipaksa untuk menuju direksi atau arah yang sama (Held 1999,13). Globalisasi juga membawa dampak terhadap ekonomi nasional serta komunitas nasional, dimana keberadaan globalisasi ini akan membawa berbagai macam konsekuensi di dalam area isu terkait (Held 1999, 14).

            Pernyataan terakhir adalah trajektori. Bagaimana globalisasi memainkan peranan dalam proses kehidupan manusia (sebagai jalan atau lintasan). Bagi kaum hiperglobalis, mereka cenderung untuk merepresentasikan globalisasi sebagai proses sekular dalam tahapan integrasi global (Held 1999,14). Hal ini sejalan pandangan linear sejarah umat manusia. Perbedaan dapat ditemukan dalam pandangan kaum skeptis. Kaum skeptis melihat bahwa globalisasi memiliki fase-fase yang berbeda (Held 1999, 14). Globalisasi kontemporer mengevaluasi relasi jangka waktu sejarah-sejarah yang memiliki kejadian yang berbeda-beda. Dan bagi kaum transformalis, mereka memiliki kecenderungan untuk menyusun sejarah sebagai proses dari globalisasi sebagai proses yang satu dan bertentangan (Held 1999, 14). Kaum transformalis mendesak masyarakat ke arah yang berbeda, globalisasi membuat fragmen-fragmen tetapi juga memberi integrasi, memberi kooperasi beserta konflik dan mengglobalkan tetapi di sisi lain juga mengkhusuhkan diri (Held 1999, 14).

            Dari penjelasan di atas, globalisasi membawa sebuah tahapan baru dalam kehidupan masyarakat dunia. Globalisasi membawa kemungkinan-kemungkinan baru bagi setiap individu untuk mengekspresikan diri. Dengan adanya globalisasi, segala sesuatu menjadi mungkin, karena batasan-batasan yang ada akan menjadi kabur.

 

Referensi :

Held, David et. al. 1999. “Introduction”, dalam Global Transformation : Politics, Economics and Culture. Stanford University Press, pp. 1-51

Tinggalkan Komentar

Nama :
E-mail :
Web : tanpa http://
Komentar :
Verification Code :