WEB UNTUK PARA PRAKTISI HUBUNGAN INTERNASIONAL di INDONESIA

JUST DO YOUR BEST and LET GOD DO THE REST

WHAT IS INDONESIA? (KELOMPOK)

diposting oleh pradipta-aditya-fisip12 pada 06 March 2013
di STUDI STRATEGI INDONESIA 1 GENAP 2012/2013 - 0 komentar

What is Indonesia?

 

Nama Kelompok:

Siti Ardilla

Ikhwan Dawam

M. Arkhan Dinata        071211231012

Moh. Doni Faisal         071211231025

Ahmad Mubarok A      071211232017

Pradipta Aditya S         071211233021

Muhammad Rizal N     071211233033

Pinky Shafira               071211233047

Awang Yusuf A P Y

 

Apa itu Indonesia? Itulah pertanyaan dengan jawaban yang segudang. Ada yang menjawab Indonesia itu Negara di Asia tenggara, Indonesia itu Negara maritim, Indonesia itu punya pantai yang indah, bahkan bila bertanya pada bule, mereka malah yang berbalik tanya, Indonesia itu mananya Bali ya? Namun bila orang ditanya mengenai arti sesungguhnya Indonesia, dimana nama itu lahir, siapa yang menamainya mereka mungkin akan berpikir berpuluh-puluh kali untuk menjawabnya dengan cepat. Sungguh ironi, untuk penduduk Indonesia bila belum mengetahui asal-asul Indonesia.

Sebelum abad kedua puluh, belum terdapat negara Indonesia yang bisa kita pahami sekarang ini. Orang-orang kebanyakan pada masa tersebut belum melihat wilayah Indonesia sebagai satu kesatuan, melainkan hanya hamparan jejeran pulau-pulau besar maupun kecil. Elsbeth Locher-Schlten pun menjelaskan melalui pernyataannya “yang ada bukanlah satu bendera,melainkan banyak bendera”1 (Elson,2008:1). Dan hal ini juga diikuti dengan perkembangan Indonesia menuju sebuah negara yang sangat lambat, jika dibandingkan dengan negara-negara lain di Asia pada umunya. Para pelancong dan pejabat dari luar negeri pun, juga menyebut wilayah Indonesia dengan berbagai sebutan. Barulah pada tahun 1850, kata “Indonesia” pertama kali digagas, namun dengan penggunaan istilah “Indu-nesians”. Istilah “Indu-nesians” ini muncul dari hasil buah pemikiran pelancong dan pengamat sosial asal Inggris, George Samuel Windsor Earl (Elson,2008:2). Beliau merumuskan nama “Indu-nesians” dengan dasar mencari istilah etnografis. Namun tanpa sepengetahuan Earl, koleganya yang bernama James Logan kemudian mencetuskan nama "Indonesia", dalam bentuk istilah “Indonesian”. Logan menganggap penggunaan istilah “Indonesia” lebih tepat dan benar untuk digunakan, karena Logan memiliki tujuan untuk mencari istilah geografis, bukan etnografis.

Setelahnya itu pengunaan nama Indonesia belum tersebar menyeluruh ke permukaan bumi. Selanjutnya pada tahun 1877, seorang ahli antropologi asal Prancis, E.T. Hamy menggunakan kata “Indonesia” dalam penjelasannya tentang kelompok ras prasejarah dan “pra-Melayu” tertentu di kepulauan Indonesia. Setelah itu, istilah “Indonesia” juga digunakan oleh N.B. Dennys dan Sir William Edward Maxwell. Istilah “Indonesia” menjadi lebih dikenal setelah seorang ahli etnografi dari Jerman, Adolf Bastian, menggunakannya dalam lima jilid karyanya. Karena terdorong oleh Bastian, G.A. Wilken juga menggunakan istilah “Indonesia” dalam pengertian geografi (Kepulauan Indonesia), bukan dalam hal etnografi.

Kembali pada kronologi pemberian nama Indonesia yang dinamai oleh Logan. Logan memberikan nama “Indonesia” dengan tujuan menjelaskan kawasan geografis di lingkup Indonesia pada jaman tersebut, namun dalam skala yang relative tunggal. Karena Logan mampu membedakan antara penggunaan kata itu secara geografis dan etnologis, Logan kemuadian dianggap sebagai orang pertama yang menggunakan nama "Indonesia" (Elson,2008:3). Logan pun membagi "Indonesia" menjadi empat kawasan geografis terpisah, membentang dari Sumatra sampai Formosa (Taiwan). Pada tahun 1882, Sir William Edward Maxwell (administrator kolonial dan ahli bahasa Melayu Britania), juga mengikuti praktik Dennys (Elson,2008:3). Dan tidak hanya tokoh luar negeri, tokoh-tokoh dari dalam negeri juga berperan dalam penggunaan nama Indonesia. Kemudian pada akhir tahun 1900, penggunaan nama Indonesia mulai berkembang pesat. Tokoh nasionalis seperti Soekarno dan Mohammad Hatta disebut sebagai bapak Indonesia. Istilah “Indonesia” dipakai sebagai perwakilan sebuah rasa satu akan embrio negara kelak (Kroef,1951:168). Ki Hajar Dewantara juga menggunakan istilah “Indonesia” saat beliau menjadi pimpinan redaksi majalah Hindia Poetra. Mohammad Hatta kembali berperan dalam penggunaan nama Indonesia. Beliau telah mengganti nama Indische Vereeniging sebuah organisasi pelajar di Belanda yang telah berdiri sejak tahun 1908 menjadi Indonesische Vereeniging pada tahun 1923.

Tokoh Indonesia lainnya yang mulai menggunakan nama Indonesia adalah Drs. Mohammad Hatta. Atas prakarsanya, nama Indische Vereeniging menjadi Indonesische Vereeniging atau perhimpunan Indonesia yang merupakan organisasi pelajar dan mahasiswa Hindia di Belanda yang didirikan pada tahun 1908. Era ini merupakan penguatan gerakan pemakaian nama “Indonesia” sebagai pengganti istilah Hindia Belanda oleh kalangan pemuda dan mahasisiwa Indonesia hingga mencapai kemerdekaan.

Kata "Indonesia" berasal dari kata dalam bahasa Latin yaitu Indus yang berarti "Hindia" dan kata dalam bahasa Yunani nesos yang berarti "pulau". Jadi, kata Indonesia berarti wilayah Hindia kepulauan, atau kepulauan yang berada di Hindia, yang menunjukkan bahwa nama ini terbentuk jauh sebelum Indonesia menjadi negara berdaulat. Pada dasarnya, istilah “Indonesia” hanyalah peninggalan turun-temurun dari pencetusnya. Istilah “Indonesia” itu sendiri memiliki sejarah yang panjang hingga saat ini, hingga istilah tersebut menjadi ‘sesuatu’ yang paling penting di negara kita ini. Indonesia adalah negara di Asia Tenggara, yang dilintasi garis khatulistiwa dan berada di antara benua Asia dan Australia serta antara Samudra Pasifik dan Samudra Hindia. Indonesia adalah negara kepulauan terbesar di dunia yang terdiri dari 13.487 pulau oleh karena itu ia disebut juga sebagai Nusantara.

Arti penting nama Indonesia sendiri adalah gagasan-gagasan yang sebenarnya terkandung di dalamnya, Karena pada dasarnya para penggagas nama Indoneisa menginginkan suatu pengharapan yang besar bagi bangsa ini di kemudian hari. Itu semua terlihat pada cita-cita Sukarno dan Hatta yang melihat indonesia sebagai bangsa yang terus berjuang, bangsa yang memiliki persatuan dan kesatuan yang kokoh, bangsa yang memiliki rasa nasionalisme tinggi, bangsa yang memiliki masa depan gemilang dan bangsa yang tidak dijajah lagi. Maka dari itu munculah semboyan Bhineka tunggal ika, Tan Hana Dharma Mangrwa, karena Indonesia itu beragam, Indonesia itu kaya, dan Indonesia itu satu. Seiring berkembangnya zaman dari tahun ke tahun banyak pula tokoh-tokoh hebat Indonesia lahir kemudian menciptakan beberapa semboyan yang akan menjadi tulang punggung Negara Indonesia di kemudian kelak.

Indonesia yang merupakan negara kepulauan yang memiliki beratus-ratus pulau, seperti yang penulis ketahui bahwa pulau Jawa adalah pusat dari segala kegiatan di Indonesia baik itu bidang pemerintahan, ekonomi, kesehatan, hiburan sampai pendidikan. Dan Jawa dikenal sebagai pulau terpadat di indonesia, namun Jawa bukan merupakan pulau terbesar di Indonesi, Jawa hanya menduduki peringkat ke-5 dan Kalimantan muncul sebagai peringkat ke-1 sebagai pulau terbesar di Indonesia (Donald, 2005). Banyaknya pulau-pulau yang secara tidak langsung mengakibakan indonesia memiliki berbagai macam suku/ etnik, hal ini dikarenakan terisolirnya sejumlah penduduk di suatu pulau dan jarangnya mereka melakukan kontak dengan penduduk di pulau lain sehingga mereka banyak menciptakan tradisi/ kebudayaan yang beraneka ragam.

Berbagai macam penggunaan istilah “Indonesia” di atas digunakan dan cetuskan, sebenarnya gagasan apa yang dapat kita ambil dari proses penamaan yang begitu rumit dan banyak pendapat? Sesungguhnya proses perumusan nama negara “Indonesia” ternyata harus melalui jalan yang amat panjang menuju kesempurnaan yang matang. Di balik nama Indonesia, tersimpan berbagai macam nilai yang baik dan luhur. Nilai-nilai seperti gotong royong, semangat juang yang tinggi, rasa cinta tanah air dan nasionalisme terhadap Indonesia dan seluruh tumpah darah, rasa ingin berkorban tanpa pamrih, rasa ingin berbagi yang tulus dan masih banyak lagi.

Harapan kami (penulis) adalah dengan mengetahui sejarah perumusan nama Indonesia, kita semua menjadi mengetahui bahwa sejarah kronologi dari penamaan Indonesia telah melalui proses perumusan yang panjang. Sehingga kita mampu meresapi dan memahami arti dari Indonesia itu sendiri dengan menyeluruh. Jika kita telah mampu untuk memahami dan meresapi arti Indonesia, maka pada akhirnya kita akan merasa bangga terlahir sebagai orang Indonesia. Itulah sebabnya, kata Indonesia sangat sakral dan memiliki makna yang mendalam bagi kita semua. Untuk itu kita sebagai orang Indonesia yang tinggal meneruskan nama Indonesia yang sudah dibuat dengan cukup panjang, seharusnya kita orang Indonesia harus dapat menjadikan nama Indonesia harum di kancah nasional maupun internasional.

 

Referensi:

Elsbeth Locher-Schlten, Sumatran Sultanae and Colonial State: The Rise of Dutch Imperialism, 1830-1907, terjemahan Beverley Jackson (Ithaca: Southeast Asia Program, Cornell University, 2004), hlm. 34

Elson, R.E. (2008). “Asal-usul Gagasan Indonesia”, dalam the idea of Indonesia : Sejarah Pemikiran dan Gagasan Jakarta Serambi, pp. 1-65.

Emmerson, Donald k. 2005. “What is Indonesia?” , dalam John Bresnan (ed.), Indonesia : the Great Transition. Maryland, Rowman & Littlefield Publisher. Inc. , pp. 7-73

Sulistyo Djoko,What is Indonesia” (paper presented at the class discuss, Universitas Airlangga, Surabaya, 27 Februari 2013 ), [Week-1].

Van der Kroof, Justus. 1951. “the Term Indonesia” : Its Origin and Usage”, Journal of the American Oriental Society. Vol. 71. No. 3 Juli-September. pp 171.

Tinggalkan Komentar

Nama :
E-mail :
Web : tanpa http://
Komentar :
Verification Code :