WEB UNTUK PARA PRAKTISI HUBUNGAN INTERNASIONAL di INDONESIA

JUST DO YOUR BEST and LET GOD DO THE REST

DINAMIKA HI (INDIVIDU)

diposting oleh pradipta-aditya-fisip12 pada 14 November 2012
di PENGANTAR ILMU HUBUNGAN INTERNASIONAL GANJIL 2012/2013 - 0 komentar

PRADIPTA ADITYA SIAGIAN / 071211233021

DINAMIKA HUBUNGAN INTERNASIONAL SEBELUM dan SESUDAH ERA MODERN

 

            Hubungan internasional. Kata ini melambangkan pola hubungan antar negara di dunia pada jaman sekarang. Namun, jauh sebelum hubungan internasional muncul, pola hubungan antar negara sangat berbeda dengan apa yang kita kenal dewasa ini. Bahkan penggunaan kata negara pun baru muncul pada tahun 1500-1650 (Early Modern Europe). Berbicara mengenai hubungan internasional, maka dibutuhkan pemahaman sejarah yang panjang. Bagaimana pemahaman mengenai city-state, bagaimana pola hubungan antar city-state, penjelasan dan masih banyak lagi. Semua dapat dimulai dengan melihat perkembangan Ilmu Hubungan Internasional.

             Terdapat 5 tahapan dinamika dalam perkembangan hubungan internasional (Jackson & Sorensen, 2005). Tahap pertama adalah Era Ancient Greek (sekitar tahun 500-100 SM). Era ini dikenal dengan kemunculan city-state atau polis di Yunani. Pada masa ini, istilah negara belum ditemukan. Orang orang Yunani menyebut negara mereka dengan sebutan Hellenic. Dan mereka menamai diri mereka dengan sebutan kaum Hellens. Pola hubungan pada masa tersebut terbatas hanya pada hubungan kenegaraan saja. Ruang lingkupnya masih sangat sempit karena polis tidak memiliki batas wilayah yang jelas. Hubungan hanya terjadi antar city-state (polis) dalam lingkup negara Yunani saja. Pola hubungan antar polis atau city-state ini disebut sebagai interstate. Karena pola hubungan ini masih bersifat regional, legal politics (penerapan hukum internasional) masih belum berlaku. Mereka berpegang kepada cultural religions tiap polis. Sehingga, aturan dalam satu polis dengan polis lain berbeda, meskipun berada dalam satu lingkup negara.

            Tahap kedua adalah masa Renaissance (sekitar tahun 1300-1500). Masa ini diawali dengan kejatuhan Yunani kepada Kekaisaran Romawi. Dikarenakan Romawi menerapkan azas-azas gereja dalam setiap aspek kehidupan, maka gereja mulai memainkan peranan penting. Era ini dikenal dengan Middle Ages. Pada masa ini, terdapat 4 landasan utama, yaitu God, Nature, Prescription/Bible, dan Obedience (Wardhani,2012). Semua aspek kehidupan harus berlandaskan keempat aspek ini. Jika tidak sejalan dengan ke empat aspek tersebut, maka akan dianggap menyimpang (Wardhani, 2012). Tidak ada penjabaran pasti kapan pastinya era ini berlangsung, namun diperkirakan era ini berlangsung pada tahun 5-650 sesudah Masehi. Kemudian, gereja mulai mengembangkan perannya lebih luas lagi. Bahkan, peran gereja menjadi semakin otoriter. Gereja telah menguasai segala aspek dan sendi-sendi kehidupan. Hal ini bisa dilihat pada peristiwa penemuan teori Heliosentris. Sang penemu, Copernicus, pernah dikutuk oleh gereja karena gereja menganut teori Geosentris. Hal ini menjelaskan betapa otoriternya gereja dalam berbagai aspek kehidupan bernegara pada masa teresbut. Era ini dikenal sebagai Dark Ages (diperkirakan terjadi pada tahun 650-1250 sesudah Masehi). Era Dark Ages menjadi pemicu munculnya Renaissance.

Era Renaissance dikenal sebagai jaman awal yang baru, jaman pembaruan. Selama abad pertengahan yang mendahuluinya, banyak aspek dalam kehidupan terabaikan. Selama zaman Renaissance, pelajaran dibangkitkan kembali. Perdagangan, seni, musik, literatur, dan ilmu pengetahuan berkembang pesat. Renaissance mengubah seluruh gaya hidup Eropa. Orang juga mulai memepertanyakan kepercayaan lama mereka. Mereka menjadi lebih tertarik pada kejadian di dunia ini dan kurang tertarik pada kehidupan di dunia yang akan datang. Jaman ini juga merupakan masa ketika revolusi terhadap ide dan tindakan yang harus dilakukan di Gereja Roma Katolik terjadi, yang berakhir dengan reformasi dan berdirinya agama Kristen Protestan. Renaissance mencapai kemajuan pertama kali di Italia sebelum menyebar ke negara lain di Eropa. Di Italia berkumpul banyak seniman besar, diantaranya Leonardo Da Vinci, Michelangelo, Raphael, Titian, Bothicelli, Cellini, dan banyak lagi yang hasil karyanya masih dikagumi sampai sekarang. Pada jaman ini mulai terbentuk nilai-nilai seperti humanisme, empirisme, dan individuisme. Pada jaman ini juga, banyak city-state yang memberi utusan kepada city-state lain dengan tujuan membina hubungan.

Lalu terjadi Perang 30 Tahun (Thirty Years War). Perang ini terjadi pada tahun 1618 sampai 1648. Kawasan Jerman menjadi saksi kekejaman perang ini. Ada beberapa sebab utama, dan sebab yang paling sering diungkap adalah konflik keagamaan antara kaum Protestan dan kaum Katolik, dan persaingan antara dinasti Hadsburg dengan Perancis. Akibat dari perang 30 Tahun adalah musibah kelaparan dan wabah penyakit yang mengerikan. Perang 30 Tahun ini yang memicu munculnya Perjanjian Westphalia. Perjanjian Westphalia ini yang memulai tahapan ketiga dalam dinamika Hubungan Internasional, yaitu masa Early Modern Europe (sekitar tahun 1500-1650 sesudah Masehi). Masa ini dianggap sebagai masa lahirnya era modern. Hal ini bisa dilihat dengan mulai muncul dan berkembangnya sistem nation-state (negara). Negara pun telah memiliki konsepsi hukum yang baru, sistem kenegaraan yang jelas, dan batas-batas kenegaraan yang telah diakui bersama.

Namun, perang tetap saja terjadi. Dimulai dari Perang Dunia I (1914-1918), Perang Dunia II (1939-1945) dan Perang Dingin. Maka terjadilah revolusi industri. Dimulai di Inggris dengan penemuan mesin uap. Revolusi industri ini adalah saksi dimulainya era Euro-cum-Western. Semua hal diarahkan menuju hal-hal mekanis. Revolusi industri ini memicu perkembangan teknologi dan menggerakan negara untuk mengeksplor belahan dunia lain (penemuan kompas). Penemuan kompas ini juga memicu semangat sebuah negara untuk mengekspansi negara lain (Kolonialisme). Konsep kedaulatan pun mulai muncul.

Hubungan antar negara pun semakin berkembang. Ruang lingkup studi Hubungan Internasional tidak hanya terbatas pada lingkup politik saja, namun telah menjelma menjadi sebuah disiplin ilmu yang multi dan interdisipliner (Roadmap 2005-2020). Inilah tahapan terakhir dalam dinamika hubungan internasional. Masa ini disebut sebagai masa Global.

Dinamika hubungan internasional menghasilkan berbagai macam perkembangan. Perkembangan ini membawa berbagai macam perubahan. Entah itu baik atau tidak, perubahan ini tetap memberikan peranan penting dalam kelanjutan studi Hubungan Internasional kelak. Diharapkan dengan melihat sejarah dinamika ini, studi Hubungan Internasional mampu beradaptasi dengan kemajuan jaman.

 

Referensi :

Jackson, Robert dan Sorensen, George. 2005. Pengantar Studi Hubungan Internasional. Yogyakarta : Pustaka Pelajar.

Wardhani, Baiq L. S., Dynamic of International Relations : Before and During “Modern Era/Middle Age”, materi disampaikan pada kuliah Pengantar Ilmu Hubungan Internasional, Departemen Hubungan Internasional, Universitas Airlangga, 12 November 2012

3B, Kelompok, Dynamic of International Relation, materi disampaikan pada tanggal 12 November 2012

10B, Kelompok, Dinamika Hubungan Internasional ; Sebelum dan Sesudah Era Modern, materi disampaikan pada tanggal 12 November 2012

Departemen Hubungan Internasional, Roadmap Pengembangan Departemen Hubungan Internasional

Tinggalkan Komentar

Nama :
E-mail :
Web : tanpa http://
Komentar :
Verification Code :