WEB UNTUK PARA PRAKTISI HUBUNGAN INTERNASIONAL di INDONESIA

JUST DO YOUR BEST and LET GOD DO THE REST

NATIONAL POWER (INDIVIDU)

diposting oleh pradipta-aditya-fisip12 pada 18 October 2012
di PENGANTAR ILMU HUBUNGAN INTERNASIONAL GANJIL 2012/2013 - 0 komentar

Power atau kekuatan bias dianggap sebagai sebuah kapasitas. Kapasitas ini memiliki fungsi sebagai penentu seberapa besar power yang dimiliki oleh para aktor. Negara adalah salah satu contoh actor dalam Ilmu Hubungan Internasional. Negara masih menjadi actor terkuat karena memiliki hak untuk memonopoli kekerasan sehingga masyarakat menjadi tunduk dan loyal kepada Negara (Wardhani, 2012). Sehingga, negara memiliki sebuah power khusus. Power ini disebuts ebagai National Power.

National Power atau kekuatan nasional adalah kapasitas suatu aktor (dalam hal ini adalah negara) untuk memengaruhi  atau bahkan memaksa actor lain untuk melakukan kepentingan Negara tersebut.  Terdapat dua jenis national power. Jenis pertama adalah soft power. Soft power memiliki pengertian sebagai kemampuan Negara untuk membuat keadaan dimana Negara tersebut menjadi mampu untuk memengaruhi dengan pendekatan dan ajakan (persuasi). Ajakan ini lebih bersifat halus dan tidak menggunakan paksaan atau kekerasan (seperti militer).Contoh konkrit dari soft power adalah bagaimana ideology sebuah negara yang dianggap memiliki power yang kuat (katakanlah Amerika Serikat) mampu memengaruhi Negara lain untuk mengikuti ideology Negara tersebut.Jenis kedua adalah hard power. Hard power adalah kemampuan suatu Negara untuk memengaruhi negara lain dengan jalan kekuatan paksaan (secara militer). Namun pendekatan ini banyak ditentang oleh dunia.Hal ini disebabkan pada pandangan hard power sudah tidak terlalu relevan dengan keadaan sekarang. Kemudian muncul tipe baru dari national power, yaitu smart power. Power ini adalah gabungan dari kedua power sebelumnya.Singkat kata smart power adalah gabungan dari soft dan hard power melalui sisi positif.

National power membutuhkan sumber (sources).Sumber-sumber ini yang akan membantu sebuah Negara untuk memperbesar power Negara tersebut (Wardhani, 2012). Ada tiga sumber national power.pertama adalah sumber alami. Sumber alami memiliki pengertian sebagai sumber yang telah tersedia secara alami di Negara tersebut, dimana Negara tidak memerlukan usaha ekstra demi mendapatkan sumber-sumber tersebut (Dugis, 2012). Geografi (bentang alam, batas-batas negara, luas dan lokasi negara), Sumber Daya Alam (minyak, gas, bahan pangan) dan Populasi penduduk adalah contoh dari sumber alami. Sumber kedua adalah sumber sosial-psikologis. Sumber ini berpusat kepada aspek social dan psikologis sebuah negara di mata negara lain. Sumber sosial-psikologis lebih berpusat kepada bagaimana sebuah Negara memposisikan diri dalam kancah hubungan internasional. Bagaimana political will sebuah negara, bagaimana Negara menggunakan pendekatan figure atau tokoh pemimpin Negara tersebut mampu untuk muncul sebagai tokoh yang berpengaruh. Bagaimana stabilitas nasional sebuah Negara mampu memainkan peranan dalam interaksi hubungan internasional. Sumber terakhir adalah sumber sintetis. Sumber ini memiliki pengertian sebagai sumber yang harus dibuat (diadakan) sebuah negara.Contoh adalah kekuatan industry dan militer sebuah negara.

            National power sebuah Negara tentu akan berbeda dengan negara lain (Wardhani, 2012). Sehingga, dibutuhkan metode pengukuran untuk mengukur (bias dalam konteks menghitung) power sebuah negara. Metode pertama yang dianggap paling tua dan awal dalam hal pengukuran power Negara adalah metode konvensional.Metode ini menggunakan indicator tertentu untuk mengukur power negara.Kemudian muncul metode S. Cline. Metode ini menggunakan rumus Perceived Power. Rumusan ini akan menghasikan sebuah angka yang dianggap akan merefleksikan keberadaan negara dalam lingkup power yang dimiliki negara tersebut. Sejak itu mulai muncul teori-teori baru untuk mengukur power suatu negara.Dianataranya adalah COW (Correlates of War), CCI (Composite Capability Index), dan RPC (Relative Political Capability).

Dikarenakan proses perhitungan national power, maka muncul kategori negara dilihat dari power negara tersebut. Tipe pertama adalah negara Super Power. Negara ini memiliki kekuatan yang luas. Sebuah kekuatan dimana negara  tersebut mampu menjadi kiblat / role model negara-negara lain. Sering juga disebut sebagai negara adikuasa. Contoh adalah Amerika Serikat.Tipe kedua adalah Great Power. Negara ini juga berpengaruh, namun pengaruhnya tidak sekuat negara Super Power. Contoh adalah negara Inggris, Prancis, Jerman dan lain-lain.Tipe ketiga adalahMiddle Power.Negara ini memiliki pengaruh yang lebih kecil dari kedua tipe diatas dan memiliki lingkup pengaruh yang lebihsempit.

            Akhir kata, power sebuah negara akan menentukan posisi negara tersebut dalam kancah hubungan internasional. Sehingga national power harus dipahami dalam konteks hubungan internasional (Dugis, 2012).

Referensi :

 

Wardhani, Baiq L. S., National Power (Defining, Sources, Calculating),materi disampaikan pada kuliah Pengantar Ilmu Hubungan Internasional, Departemen Hubungan Internasional, Universitas Airlangga, 15Oktober 2012

 

5B, Kelompok, KekuatanNasional, materi disampaikan pada tanggal 15 Oktober 2012

 

10B, Kelompok, National Power, materi disampaikan padatanggal 15 Oktober 2012

Tinggalkan Komentar

Nama :
E-mail :
Web : tanpa http://
Komentar :
Verification Code :