WEB UNTUK PARA PRAKTISI HUBUNGAN INTERNASIONAL di INDONESIA

JUST DO YOUR BEST and LET GOD DO THE REST

KEPENTINGAN NASIONAL dan KAITANNYA DENGAN KEBERADAAN NEGARA (INDIVIDU)

diposting oleh pradipta-aditya-fisip12 pada 11 October 2012
di PENGANTAR ILMU HUBUNGAN INTERNASIONAL GANJIL 2012/2013 - 0 komentar

Semua negara di dunia akan selalu melakukan interaksi. Ini adalah esensi dari studi Ilmu Hubungan Internasional. Namun, setelah ditelusuri lebih lanjut, banyak dari sekian interaksi tersebut didasari oleh adanya kepentingan nasional (national interest). Kepentingan nasional ini akan mendorong sebuah negara untuk melakukan interaksi. Maka timbul pertanyaan yang menarik. Apakah kepentingan nasional itu? Mengapa negara membutuhkan kepentingan nasional?

  Definisi dari kepentingan nasional itu sendiri adalah tujuan (dalam bentuk kepentingan) sebuah negara demi mencapai harapan atau cita – cita negara tersebut. Definisi ini cukup memberikan gambaran yang luas mengenai kepentingan nasional. Karena pada dasarnya definisi kepentingan nasional tidak tunggal dan tidak baku (Wardhani, 2012). Ada banyak definisi lain mengenai kepentingan nasional, namun pada dasarnya definisi – definisi ini lebih mengarah pada tujuan, kepentingan, harapan dan cita – cita negara itu sendiri. Karena pada dasarnya kepentingan negara akan menggerakkan sebuah negara untuk melaksanakan kehidupan bernegaranya. Baik dalam perikop regional atau bahkan internasional

Kepentingan negara adalah esensi dari Hubungan Internasional aktor negara (state). Hal ini disebabkan tidak ada aktor lain selain negara yang memiliki kepentingan nasional. Aktor non-state tidak memiliki kepentingan negara, mereka hanya memiliki kepentingan kelompok. Dan meskipun kepentingan kelompok seringkali sejalan dengan kepentingan nasional sebuah negara, cakupan kepentingan kelompok ini masih sempit. Kepentingan kelompok hanya bertujuan untuk menyejahterakan kelompoknya saja. Hal ini tentu berbeda dengan kepentingan nasional. Kepentingan nasional memiliki cakupan yang lebih luas. Hal ini bisa dilihat dari penggunaan kata nasional, yang bersifat lebih luas dan menyeluruh (cakupan untuk seluruh lapisan masyarakat).

Kepentingan negara memiliki kaitan yang menarik dengan Kebijakan Luar Negeri (Foreign Policy) dan Kekuasaan (Power) sebuah negara. Kebijakan luar negeri sebuah negara dibuat dengan tujuan agar negara yang bersangkutan mampu mencapai kepentingan nasional. Foreign policy dapat dilihat sebagai alat suatu negara agar negara tersebut mampu mencapai kepentingan nasional. Namun, demi mencapai kepentingan nasional tersebut, diperlukan sebuah modal. Modal ini dapat terefleksikan dari power sebuah negara. Power negara dibutuhkan dalam hal penggerak masyarakat di negara tersebut. Jika power negara dapat dikombinasikan bersama  Foreign Policy dengan baik, maka kepentingan nasional sebuah negara dapat tercapai.

Kepentingan negara mempunyai dua buah dasar, yaitu sebagai principle dan policies (Grifiths & O’Callaghan, hal. 203 – 205). Apa hubungan dari principles dan policies ini? Sebagai principles, kepentingan nasional mempunyai arti sebagai sebuah prinsip. Prinsip ini akan membawa sebuah negara agar mampu mempengaruhi policies yang telah dibuat negara tersebut. Sehingga kedua hal ini memiliki kaitan yang saling melengkapi satu sama lain.

Sehingga, muncul pertanyaan baru, apa fungsi kepentingan nasional? Kepentingan nasional akan memberikan panduan kepada para pemimpin untuk bergerak. Gerakan ini lebih bersifat sebagai arahan bagaimana mereka memimpin arah hubungan negara dalam kancah internasional. Kedua, kepentingan nasional akan memberikan evaluasi (dalam bentuk tolak ukur). Sebuah tolak ukur kepada para pemimpin dalam hal kapasitas mereka melaksanakan hubungan negara dalam kancah internasional.

Akhir kata, kepentingan muncul karena adanya sebuah tujuan yang ingin dicapai. Kepentingan negara juga memiliki dasar pemikiran yang sama. Tujuan, harapan dan cita-cita negara adalah inti dari kepentingan nasional itu sendiri. Meskipun melalui berbagai macam implementasi dan tafsiran, kepentingan nasional akan selalu ada. Karena negara akan selalu butuh untuk mengutarakan kepentingan nasionalnya jika ingin terus melanjutkan kehidupan berbangsa dan bernegara baik itu dalam konteks regional ataupun internasional.

 

Referensi:

Wardhani, Baiq L. S., National Interest, materi disampaikan pada kuliah Pengantar Ilmu Hubungan Internasional, Departemen Hubungan Internasional, Universitas Airlangga, 8 Oktober 2012 

Tinggalkan Komentar

Nama :
E-mail :
Web : tanpa http://
Komentar :
Verification Code :