WEB UNTUK PARA PRAKTISI HUBUNGAN INTERNASIONAL di INDONESIA

JUST DO YOUR BEST and LET GOD DO THE REST

KEPENTINGAN NASIONAL (KELOMPOK)

diposting oleh pradipta-aditya-fisip12 pada 05 October 2012
di PENGANTAR ILMU HUBUNGAN INTERNASIONAL GANJIL 2012/2013 - 0 komentar

PENGANTAR ILMU HUBUNGAN INTERNASIONAL

Kelompok 3 B

Nama Anggota:

1.      Atika Wardah           (NIM: 071211232016)

2.      Henry Cipta P.          (NIM: 071211233015)

3.      Pradipta Aditya S.    (NIM: 071211233021)

4.      Amanda Rizki Y.     (NIM: 071211233030

5.      Rizky Kurniawan     (NIM: 071211233052)

 

 

KEPENTINGAN NASIONAL

 

Kepentingan nasional menjadi semakin akrab terdengar saat ini. Banyak praktisi dari berbagai macam disiplin ilmu yang mulai membicarakan dan mengidentifikasikan arti dari kepentingan nasional. Para praktisi dari Ilmu Hubungan Internasional (HI) pun juga mulai merasakan dampak dari mengglobalnya kepentingan nasional dalam lingkup studi mereka, maka tak heran jika kepentingan nasional menjadi bahan kajian utama dalam Ilmu HI pada masa ini. Terdapat berbagai macam kemungkinan interpretasi mengenai kepentingan nasional. Interpretasi-interpretasi tersebut memiliki pandangan tersendiri, yaitu pandangan yang akan membentuk sebuah landasan konsepsi mengenai arti kepentingan nasional. Kepentingan nasional merupakan arahan atau dasar untuk mempertahankan posisi dalam kancah hubungan internasional (Nincic p. 29, 1999). Kepentingan nasional diperlukan untuk memberikan arahan (direksi) bagi negara untuk dapat melakukan aksi-aksi dalam hubungan internasional.

 

Arti dan Identifikasi Kepentingan Nasional

Kepentingan nasional yang dimiliki oleh sebuah negara satu dengan negara yang lain sangat berbeda dan kepentingan nasional memiliki arti yang sangat penting. Kepentingan nasional merupakan tindakan yang diambil oleh suatu negara untuk mencapai sebuah tujuan dan sebagai refleksi yang dirasa (terdapat) dalam sebuah negara dalam lingkungan sosial. Jika negara tersebut belum mencapai kepentingan nasional, maka negara tersebut merasa memiliki beban moral dan berusaha untuk mencapai kepentingan tersebut sesuai dengan yang dikehendaki. Namun, kepentingan negara itu tidak selamanya dapat berjalan tanpa adanya sebuah kontrol dari pemerintah internasional (Glanville p. 37, 2005). Terdapat tiga prinsip yang membangun kepentingan nasional suatu negara, antara lain prinsip inclusive, exsclusive, dan external relevance. Prinsip inklusif memandang kepentingan nasional sebagai hal yang diwujudkan demi seluruh rakyat tanpa melebihi kepentingan suatu kelompok dari kelompok yang lain. Sedangkan, dalam prinsip eksklusif dapat diketahui bahwa kepentingan nasional tidak mencakup wilayah yang ada di luar yurisdiksinya, kecuali jika memang itu memengaruhi kepentingan dalam negeri. Terakhir, dalam prinsip external relevance dimaksudkan bahwa kepentigan nasional juga dipengaruhi lingkungan internasional dan masalah-masalah internasional (Nincic p. 31, 1999). Dari prinsip-prinsip yang telah dikemukakan, dapat dipahami bahwa pada dasarnya kepentingan nasional dibuat untuk mencapai kemakmuran rakyat. Oleh karena itu, semua kepentingan nasional harus memperhatikan aspek-aspek yang menguntungkan bagi dalam negeri, bukan sebaliknya. Implementasi dari hal tersebut bisa dalam wujud pembuatan politik luar negeri yang sesuai dengan negara pemilik kepentingan nasional.

Jika diidentifikasi, akan dapat diketahui beberapa tipe kepentingan nasional, yaitu vital, extremely important, just important, dan less important atau secondary (Ellsworth, 1996). Kepentingan nasional vital merupakan hal paling penting yang mencakup masalah pertahanan dan keamanan seluruh bangsa. Kepentingan nasional extremely important masih bersinggungan dengan kepentigan vital dalam menjaga keamanan dan kelangsungan hidup rakyat. Dalam tahap just important, kepentingan nasional mencegah dan menangani hal-hal negatif seperti kejahatan dan pelanggaran aturan. Sedangkan untuk kepentingan nasional yang less important (secondary) umumnya dibuat untuk menjaga hal-hal yang tidak terlalu penting dan tidak memiliki banyak pengaruh. Kepentingan nasional dapat diidentifikasi ketika kepentingan itu berakhir menjadi ekspresi pilihan suatu bangsa. Selain itu, identifikasi dari kepentingan nasional merupakan proses yang pilihannya ditentukan adalah proses yang dianggap sah oleh seluruh bangsa (Nincic p. 48, 1999).  

 

 

Motivasi Kepentingan Nasional

Selain itu, kepentingan nasional didorong oleh adanya motivasi (motivation maker) yang muncul karena kebutuhan. Motivation maker adalah hal–hal yang mendorong negara untuk melakukan kepentingan negara.  Terdapat empat macam motivation maker, antara lain 1) Individu, 2) Ideologi, 3) Organisasi, 4) Strategi ekonomi. Individu merupakan sosok yang mempunyai kepentingan dan individu tersebut melakukan segala sesuatu demi mencapai kepentingan tersebut, contoh konkrit dari individu adalah Adolf Hitler, seseorang yang membunuh ras Yahudi di negara Jerman dengan kebutuhan membuat ras Aria unggul di Jerman. Ideologi erat kaitannya dengan kepentingan negara. Mayoritas negara di dunia memiliki ideologi yang mirip dengan negara lain, contoh konkrit yang dapat diberikan adalah Indonesia. Indonesia memiliki ideologi yang mirip dengan Amerika, yaitu demokrasi. Organisasi merupakan wadah yang mendorong negara, namun tidak hanya satu negara tetapi lebih untuk mengikuti sebuah perkumpulan demi mencapai tujuan tertentu agar mampu merealisasikan kepentingan nasional negara-negara yang terikat dalam organisasi tersebut, contohnya organisasi seperti ASEAN dan World Bank. Strategi ekonomi merupakan motivasi dalam kepentingan nasional untuk terus mengembangkan perekonomiannya agar lebih maju dibandingkan dengan negara lain.

 

Dimensi Kepentingan Nasional

            Selain memiliki motivation maker, kepentingan nasional juga memiliki dimensi-dimensi. Dimensi kepentingan nasional terdiri dari berbagai kepentingan vital yang mendasar bagi negara. Pertama, kepentingan politik yang dapat diartikan bahwa negara akan berusaha menjaga pandangan politiknya terhadap pengaruh politik negara lain agar eksistensinya tetap terjaga. Kedua, kepentingan ekonomi yang membuat suatu negara melakukan kegiatan ekonomi dengan negara lain agar terpenuhi kebutuhan ekonomi suatu negara tersebut. Ketiga, kepentingan keamanan yang dibutuhkan untuk menjaga kestabilan dalam negeri, regional, bahkan internasional agar perdamaian tetap terjaga. Keempat, negara yang berkepentingan juga dapat mempertahankan diri terhadap berbagai ancaman yang muncul dengan melakukan tindakan yang diperlukan untuk menjaga hubungan antar negara tetap harmonis.

Dengan adanya kepentingan negara yang ingin dicapai oleh negara tersebut membuat negara tersebut melakukan aksi-aksi yang akan mendorong sebuah negara untuk membuat tujuan negara. Tujuan negara ditopang oleh kepentingan negara, tetapi kepentingan negara sendiri akan memaksa negara untuk segera membentuk Foreign Policy (Kebijakan Luar Negeri). Foreign Policy diharapkan akan selaras dengan tujuan negara. Tujuan negara yang berasal dari makna yang ingin dicapai oleh sebuah negara memiki fungsi mengenai konsep yang ingin dicapai oleh negara tersebut. Fungsi konsep dalam kepentingan negara sangat normatif. Normatif berarti bahwa konsep ini memberi standar untuk memberikan kontrol demi kepentingan (urusan) luar negeri sebuah negara.

 

Referensi

  • Nincic, Miroslav (1999) “The National Interest and Its Interpretation” The Review of Politics, Vol. 61, No. 1; pp. 29-55.
  • Lake, Anthony (1981) “Defining the National Interest” Proceedings of the Academy of Political Sciences, Vol. 34, No. 2 The Power to Govern: Assessing Reform in the United States, pp. 202-213.
  • Rochester, J. Martin (1978) “The “National Interest” and Contemporary World Politics” The Review of Poitics, Vol. 40, No. 1: pp. 77-96.
  • Glanville, Luke (2005) “Who Are We Think about the ‘National Interest’?” Australian Quarterly, Vol. 77, No. 4; pp. 33-37.
  • Ellsworth, R. (1996). The Commission on America's National Interest., (hal. 10-13).

http://belfercenter.ksg.harvard.edu/files/americas_interests.pdf diakses pada 4 Oktober 2012

Tinggalkan Komentar

Nama :
E-mail :
Web : tanpa http://
Komentar :
Verification Code :