WEB UNTUK PARA PRAKTISI HUBUNGAN INTERNASIONAL di INDONESIA

JUST DO YOUR BEST and LET GOD DO THE REST

AKTOR dan PERANAN AKTOR (INDIVIDU)

diposting oleh pradipta-aditya-fisip12 pada 04 October 2012
di PENGANTAR ILMU HUBUNGAN INTERNASIONAL GANJIL 2012/2013 - 0 komentar

PERANAN AKTOR DALAM HUBUNGAN INTERNASIONAL

PRADIPTA ADITYA SIAGIAN (071211233021 / KELAS 3B)

Ada sebuah kaitan yang menarik antara aktor dalam Ilmu Hubungan Internasional dengan aktor dalam drama. Di dalam sebuah drama, terdapat berbagai macam elemen penting yang mampu menghidupkan suasana dalam suatu drama. Elemen – elemen penting tersebut diantaranya adalah alur, cerita, dan penokohan. Namun, ada satu elemen penting yang menjadi tonggak utama dalam drama. Elemen tersebut adalah aktor. Aktor mempunyai peran sebagai pembawa alur, cerita, dan penokohan dalam drama. Konflik dan intrik dalam drama dapat terefleksikan dari setiap perkataan dan perilaku yang diperankan sang aktor. Singkat kata, aktor adalah bagian utama dalam drama. Tanpa aktor, drama tidak bisa berjalan. Sama halnya dengan aktor dalam Ilmu Hubungan Internasional. Tanpa aktor, proses interaksi dalam Ilmu Hubungan Internasional tidak dapat berjalan dengan baik. Inilah gambaran singkat peranan aktor dalam Ilmu Hubungan Internasional.

Namun sebelumnya, diperlukan sebuah definisi mengenai aktor dalam Hubungan Internasional itu sendiri. Aktor dalam Ilmu Hubungan Internasional adalah pihak yang melakukan interaksi dalam lingkup internasional. Tetapi interaksi tersebut harus dalam kapasitas yang berpengaruh. Pengaruh ini bersifat luas, multidimensional dan menyeluruh. Contohnya adalah pengaruh di bidang Ekonomi, Teritorial sebuah Negara, Birokasi, Pemerintahan, dan lain lain. Pengaruh – pengaruh inilah yang membuat para aktor melakukan interaksi.

STATE ACTOR Aktor dalam Ilmu Hubungan Internasional terdiri dari Aktor state dan Aktor non-state. State atau negara adalah aktor yang memiliki kekuasaan tertinggi karena memiliki pengaruh atas teritori, birokrasi dan pemerintahan dalam negara tersebut. Secara otomatis, masyarakat yang tinggal dalam state tersebut membutuhkan dan menyandarkan kebutuhan mereka kepada state. Dan ada satu hal lagi yang membuat state menjadi aktor dengan kekuatan tertinggi. State memiliki hak untuk memonopoli kekerasan (monopoly force). Kekerasan ini membuat masyarakat tunduk loyal dan memiliki kepatuhan yang tinggi kepada negara. Tidak ada aktor lain yang memiliki kekuatan dan kekuasaan setinggi ini.

Namun terdapat boundaries atau batasan yang mampu membawa masalah baru bagi state untuk melakukan hubungan internasional secara optimal. Batasan ini adalah batasan non geografis (Non-Geographical Boundaries). Batasan ini berupa kemajuan teknologi informasi dan financial flows. Dari dasar pemikiran ini, muncul aktor – aktor baru yang diharapkan mampu melewati batasan tersebut. Aktor ini adalah aktor non-state.

NON-STATE ACTOR Aktor non-State adalah aktor yang memegang peranan yang signifikan (significant role) dalam kancah hubungan internasional. Aktor non-State diharapkan mampu melewati batasan yang tidak bisa dilewati oleh state. Hal ini dikarenakan aktor non-state memiliki keluwesan dalam melakukan interaksi Keluwesan ini membantu aktor non-state untuk melakukan hubungan yang selama ini tidak bisa dilakukan oleh negara.

Ada dua tipe aktor non-state. Yang pertama adalah aktor yang terlegitimasi. Aktor ini adalah aktor yang telah diakui keberadaanya oleh dunia. Ada 6 macam actor non-state yang terlegitimasi:

a. Transnational Company (TNC) atau Multinational Company (MNC) Contoh : Coca - Cola dan Pepsi

b. International Govermental Organization (IGO) Contoh : NATO, World Bank, ASEAN

c. International non-Govermental Organization (INGO) Contoh : International Red Cross, Human Right Watch, Doctor Without Border

d. Intrastate Govermental Organization Contoh : Pemerintah Kota (Pemkot), Pemerintah Daerah (Pemda)

e. Intrastate non-Govermental Organization Contoh : Wahana Lingkungan Hidup (WALHI), Muhamadiyah, NU

f. Individual Contoh : Kofi Annan (Mantan Sekjen PBB), Al Gore, Marti Ahhtisari (Mantan Presiden Finlandia)

Aktor beikutnya adalah aktor yang tidak terlegitimasi. Aktor ini tidak diakui keberadaannya oleh dunia. Seringkali aktor ini tidak membawa dampak positif, namun malah membawa dampak negatif. Hal ini seiring dengan kepentingan aktor yang biasanya berseberangan dengan kepentingan negara.

Ada 3 aktor yang tidak terlegitimasi :

a. Transnational Criminal Organization Contoh : Kartel Narkoba, Human Trafficking Syndicate

b. Terrorist Contoh : Al-Qaeda, Jamaah Islamiyah, Abu Sayyaf

c. Guerillas / National Liberation Movement Contoh : Zapatista, ANC, ETA (Basque Separatist), IRA, OPM

Aktor – aktor inilah yang mampu membawa dinamika interaksi dalam hubungan internasional. Sama halnya seperti sebuah drama, tanpa aktor drama tidak akan berjalan. Jika tidak ada aktor dalam konteks hubungan internasional, maka bukan tidak mungkin akan terjadi kemunduran dalam konteks kehidupan bersama. Semua memiliki peranan yang penting dan terstruktur. Terlepas dari bagaimana peranan tersebut bisa dijalankan dengan baik atau peranan yang dijalankan tidak sesuai dengan ranah hukum atau tidak , para aktor ini harus kita beri pengakuan dikarenakan mereka telah membawa dinamika baru dalam disiplin Ilmu Hubungan Internasional.

Referensi : Wardhany,Baiq,2012.Aktor dan Peranannya,Materi disampaikan pada kuliah Pengantar Ilmu Hubungan Internasional,Departemen HI,Universitas Airlangga.1 Oktober 2012

Tinggalkan Komentar

Nama :
E-mail :
Web : tanpa http://
Komentar :
Verification Code :