WEB UNTUK PARA PRAKTISI HUBUNGAN INTERNASIONAL di INDONESIA

JUST DO YOUR BEST and LET GOD DO THE REST

ROADMAP 2005 - 2020 (INDIVIDU)

diposting oleh pradipta-aditya-fisip12 pada 13 September 2012
di PENGANTAR ILMU HUBUNGAN INTERNASIONAL GANJIL 2012/2013 - 0 komentar

ROADMAP 2005 - 2020, SEBUAH AWAL BARU

Saatnya menuju kemandirian berstudi. Ini adalah tajuk utama yang diangkat dalam Roadmap Hubungan Internasional 2005 -2020. Sudah saatnya studi Hubungan Internasional memiliki wadah yang otonom dan mandiri. Karena fokus studi Hubungan Internasional telah berkembang, tidak hanya terbatas pada Ilmu Sosial dan Ilmu Politik saja. Studi Hubungan Internasional pada kurun waktu 15 tahun terakhir memiliki kecenderungan untuk meluaskan kajian, menganekaragamkan topik, melintas batas dan membuat lebih interdisipliner muatan-muatan, serta menglobalkan sudut pandang.

Karena tuntutan disiplin ilmu berkembang dan meluas, kebutuhan akan sebuah wadah pembelajaran yang otonom semakin mencuat. Wadah yang otonom ini diharapkan mampu membuat mahasiswa Hubungan Internasional memiliki pandangan yang kritis untuk memfasilitasi interseksi dan mengkolaborasikan Ilmu Sosial serta Ilmu Politik dalam menyelesaikan masalah – masalah bilateral. Tidak hanya masalah bilateral saja, bahkan persoalan global yang memiliki tingkat kompleksitas tinggi pada saat ini dan di masa mendatang yang membutuhkan kebijakan holistik.

Maka, Roadmap 2005 -2020 ini mempunyai sebuah ide atau gagasan yang baik. Perlu adanya reorintasi, redefinisi, reformulasi dan bahkan restrukturisasi dalam studi Hubungan Internasional. Hal ini dapat dimulai dengan pengembangan JURUSAN HUBUNGAN INTERNASIONAL menjadi AIRLANGGA SCHOOL of INTERNATIONAL RELATIONSHIP. Dengan adanya perkembangan ini, diharapkan studi Hubungan Internasional Universitas Airlangga menjadi hidup dan tidak hanya berorientasi pada keilmuan baku atau science (terbatas pada mengembangkan pemahaman mengenai konsep - konsep dasar hubungan bilateral atau bahkan global dan kerangka analisis), tetapi juga berorientasi pada seni (art) yang akan mengembangankan kompetensi komunikasi, negosiasi dan manajerial global untuk merubah orientasi output yang berkompetensikan ‘international analyst` menjadi ‘global strategist’.

Terdapat juga beberapa peluang yang dapat diambil jika perkembangan ini benar – benar terealisasi. Seperti, adanya peluang mendapatkan otonomi kampus (otonomi), rating studi yang berdaya saing tinggi (rating), pengajar yang dinamis dan berkualitas tinggi (dynamic), sepaket kombinasi kompetensi analisis, manajerial, negosiasi (package), terjadinya relasi yang bersimbiosis mutualisme (concert), dan peluang untuk menjadi pusat pemahaman (hub).

Dengan begitu banyak kelebihan yang ditawarkan, wacana pengembangan AIRLANGGA SCHOOL of INTERNATIONAL RELATION ini semakin dipertimbangkan oleh semua kalangan. Singkat kata, marilah menuju kemandirian studi. Kita memerlukan wadah yang otonom demi mencetak lulusan – lulusan yang memiliki kemampuan global strategist.  Roadmap ini hanyalah sebuah pertanda demi awal yang baru. Awal yang baru demi masa depan studi Hubungan Internasional yang lebih baik. Hidup mahasiswa!

Pradipta Aditya Siagian / 071211233021

Tinggalkan Komentar

Nama :
E-mail :
Web : tanpa http://
Komentar :
Verification Code :